Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Drama Anekdot 3 Orang


Drama Anekdot 3 Orang

buat drama anekdot tentang sampah yang 3 orang

1. buat drama anekdot tentang sampah yang 3 orang


kasih gambaran aja ya, dialog bikin sendiri :3 
ada 2 pemuda, bingung dilingkungannya ada sampah. trus mereka bercita" mau jadi pemerintah buat ngebersihin sampah.
pas udah besar, mereka jadi perwakilan dari 2 negara,
negara 1 bersih korupsi,negaranya juga tapi sungainya kotor
negara 2 bersih banget, kalau yg ngebuang sampah denda gede banget. tapi uangnya buat korupsi
trus mereka ada orang tua, nyelesain masalah mereka ke hakim
pas di hakim, memutuskan keduanya bersalah.
2 pemuda itu ga terima, trus mereka liat di kolong hakim ada sampah dan bilang hakim harus dipenjara

orang tua nanya ke rakyat, adil ga? masyarakat jawab adil. 

2. drama anekdot yang bertemakan politik untuk 3 orang


yg dua orang aja ya... :D
Seorang anggota DPR RI sedang berjalan kaki di sebuah jalanan sepi. Tiba-tiba melompatlah seorang perampok bertubuh besar dan tinggi, berperawakan kejam memegang kerah bajunya. Rampok : SERAHKAN UANGMU !!
Korban : jangan macam-macam !! Saya ini anggota DPR !!!…
Rampok : oooh yaaa ??..Klo begitu SERAHKAN UANGKU !!
Korban : ………..@#^&@#&@*…


3. Buat teks Drama anekdot 4 orang


Naskah Drama 4 Orang Tentang Persahabatan


Disisi lain 3 orang anak sedang dimarahai ibunya

IBU            : hey, kenapa baju kalian kotor, nak?
ANAK 1     : kami terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
IBU             : lalu kenapa baju kalian basah?
ANAK 2    : kami tenggelam dalam lautan luka dalam.
IBU             : trus kenapa kalian pulangnya lama?
ANAK 3    : kami tersesat dan tak tau arah jalan pulang..
IBU            : NAKAL BANGET YA KALIAN INI, GIMANA NANTI KALIAN  TANPA IBU???
ANAK 1,2,3    : ♫♪ KAMI TANPAMU BUTIRAN DEBU ♫♪.

4. cari tentang drama anekdot untuk 5 orang


Kisah ini terjadi disebuah sekolah yang sangat terkenal bernama SMPN 1 Tunas Bangsa. Disana ada suatu persahabatan yang sangat erat yang bisa mereka sebut dengan 3BG.
Di ruangan kelas yang terdapat berbagai kursi dan meja yang tertata rapi terjadi suatu keributan, yang disebabkan salah satu anggota 3BG.Aldi : Kenapa ya…., persahabatan 3BG kok sangat erat ? aku ingin persahabatan mereka jadi putus, tapi bagaimana caranya ? (diam sambil memikir sesuatu)
Aldi : Ah…., aku curi saja dompetnya Andin, dan setelah itu aku Taruh saja di tasnya Aulia, Andin dan Audy pasti akan Akan menuduh Aulia.” Terlihat anggota 3BG masuk kedalam kelas tertawa-tawa.
Andin : ( sambil membuka tasnya dan terlihat sedang mencari sesuatu dan wajahnya sangat gelisah )
Audy : Ada apa Din, kok kayaknya gelisah banget ?
Andin : Aduh gimana nih, dompetku hilang.
Aulia : Kok bias hilang, mungkin ada di rumah kamu.
Andin : Nggak mungkin, tadi aku inget kok dompetku sudah Ku masukkan kedalam tasku.
(Tiba-tiba Aldi memotong pembicaraan mereka dengan lagak sok tahu)
Aldi : Aku tahu siapa yang mencuri dompet kamu.
Andin : Emangnya siapa Al ?
Aldi : Dia adalah sahabatmu sendiri yang bernama Aulia.
Audy : Nggak mungkinlah dia yang mencuri dompetku, kamu kok sok tahu banget sih.
Aldi : Ya sudah kalau kamu nggak percaya, kamu geledah tasnya Aulia.
Andin : Maafkan aku Lia, aku harus menggeledah tasmu untuk Membuktikan omong kosongnya Aldi.
Aulia : Ya sudahlah nggak apa ?” Andin dan Audy menggeledah tasnya Aulia dan beberapa lama kemudian dompet Andin ditemukan ditasnya Aulia.
Aldi : Tuhkan bener kataku, Aulia si miskin itu yang mencurinya.
Andin : Kamu kok tega sih Aulia, kalau kamu butuh uang kamu tinggal bilang sama kami, bukan begini caranya, selama kami selalu membantu kamu, tapi kamu kok tega banget.
Aulia : Tapi bukan aku yang mencurinya.
Aldi : Terus kamu tuduh aku yang mencurinya, jelas dompet Andin ada ditas kamukan?
Audy : Dasar, sudah dikasih hati malah minta jantung.
Andin : Mulai saat ini kamu tidak akan jadi sahabat kamu lagi.
Audy : Dasar kau anak miskin. ( sambil menampar pipi Aulia ) Mereka kemudian duduk ditempat mereka masing-masing
Aulia : Ya Allah, cobaan apa yang kau berikan pada persahabatan Kami, apa salah kami sehingga kau memberi cobaan ini, Ya Allah kembalikan persahabatan kami seperti dulu lagi.
Beberapa lama kemudian bel pulang berbunyi, Andin dan Audy pulang bersama tanpa Aulia. Diperjalanan pulang Andin menerima telpon dari Papanya yang berada diluar negeri.
Kring………kring…..kring….
Andin : Hallo assalamu alaikum, ada apa Pa, kok tumben telpon aku.
Papa : Waalaikum salam, Din Papa mau kasih kabar ke kamu, sebelumnya maafkan Papa, perusahaan Papa Disini bangkrut.
Andin : Apa Pa, bangkrut kok bias begitu ?
Papa : proyek yang Papa Buat mengelami rugi yang sangat besar, Jadi Papa harus menjual perusahaan Papa untuk membayar ganti rugi.
Andin : Jadi kita jatuh miskin Pa?
Papa : Begitulah, besok Papa dan Mama akan pulang ke Indonesia, dan kita harus cari kontrakan rumah, karena rumah kita akan di segel oleh bank.
Tiba-tiba Andin memutuskan telpon dengan rasa tidak percaya.
Andin : Ini nggak mungkin. ( sambil membanting HP nya)
Audy : Ada apa Din ?
Andin : Perusahaan Papaku bangkrut dan sekarang aku jatuh miskin.
Audy : Sabar ya.. Din, ini pasti bias kamu lewati kok.
Andin : Audy kamu adalah sahabat aku yang paling setia denganku, tolong jangan tinggalkan aku.
Audy : Ya… nggak mungkinlah aku ninggalin kamu, tidak seperti Aulia yang menghianati sahabatnya sendiri.
Andin : Terima kasih Audy. Tiba-tiba ada motor yang melaju kencang hingga menambrak Audy, untungnya saja Aulia menolong Audy.
Aulia : Awas Audy.( sambil berteriak dan mendorong Audy )
Audy : Kamu nggak apakan Aulia.
Aulia : Nggak aku nggak apa kok.
( Pengendara motor itu kemudian turun dari mobil )
Aldi : Kamu nggak apa kan Aulia.
Aulia, Andin, Audy : Aldi…..
Aldi : Maafkan aku yaaa, aku nggak sengaja.
Audy : Makanya kalau naik motor itu jangan kencang-kencang.
Aldi : Ya.. maafkan aku.
Andin : Ya…. sudahlah nggak apa.
Aldi : Din aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tentang masalah tadi di kelas.
Andin : Emangnya ada apa Al.
Aldi : Sebenarnya yang mencuri dompet kamu itu bukan Aulia, melainkan aku.
Andin : Apa Aldi.
Aldi : Aku iri dengan persahabatan kalian yang sangat erat, makanya itu aku mencoba untuk merusak persahabatan kalian, sekali lagi maafkan aku.
Andin : Jadi bukan Aulia yang mencurinya ?
Audy : Jadi persahabatan kita bersatu lagi dong.
Andin : Bersahabatan kita akan selalu abadi sepanjang masa.
Aulia : Sampai akhir hayat menjemput kita, persahabatan ini Akan tetap bersatu… bersatu.
Andin : 3BG.
Audy : Three.
Aulia : Beautiful.
Andin : Girl.
( Sambil menujukkan tanda persahabatan mereka yang berupa cincin )
Aldi : Oke deh.
( Sambil mengacungkan jempol )
Akhirnya persahabatan mereka bersatu kembali, dan tidak ada yang memisahkan mereka sampai akhir hayat menjemput.



Semoga membantu ^_^

5. bisa buatkan drama anekdot 4 orang?


Saya sebelumnya juga pernah membuat drama tapi sebanyak 6 orang tentang pembelian tanah, jika 4 orang mungkin
yang 1 pemilik tanah
yang 2 penjual tanah
yang 3 adik dari yang 1
yang 4 mertua
Ceritanya begini : yang 2 berniat membeli tanah yang 1 untuk praktek kerja lapangan (disaat pembelian terjadi tawar menawar)
yang 1 harus berbincang bincang dulu dengan adiknya (adiknya bersedia menjualkan tanahnya karena mereka selalu sibuk di kantor sementara tanahnya tidak terawat) tapi kan letak tanah itu strategis
adiknya lalu bertemu dengan mertua dan katanya satu hari kedepan kita akan menyelesaikan masalah negosiasi ini (mertuanyapun bersedia dengan peNEGOan itu)
keesokanya : pembeli : apakah bapak siap menjual tanahnya pada saya ?
mertuanya datang dan memberikan surat surat tanahnya (karena mertuanya setuju dengan pendapat anaknya) tanahnya tidak terawat.

6. Drama Anekdot Sampah untuk 4 orang


ini, semoga membantu ya :)

7. Tolong dong drama anekdot buat 6 orang


ada didokumen ini. search : google. semoga membantu. tandai yang terbaik ya... #please...
judulnya ''Kisah Antara 6 Orang Sahabat"

8. ada yang punya drama anekdot untuk 9 orang


padasuatu hari ada orang desa jalan2 ke kota 

o. desa : eh bule jangan masuk situ udah tau itu open ntar gosong {sambil berteriak menunjuk ke bulu itu}
orang desa itu melihat sebuah toko yg di depannya tergantung tulisan open
tiba2 tidak lama orang negro keluar dari toko itu
orang desa : tuh rasain kan udah tadi gua kasih tau jangan masuk, jadi gosong kan. batu sih jadi orang

9. buatin naskah drama anekdot yang 6 orang dong (3cewe 3 cowo)


Penculikan

Disebuah rumah yang mewah, tampak seorang pembantu  yang tengah memasak di dapur. Tiba-tiba telepon berdering. Dia bergegas dan mengangkat teleponnya.
Pembantu: "(mengangkat telepon) Halo.."
Penculik: "Apa benar ini kediaman ibu Putri?"
Pembantu: "Ya, benar. Ini siapa ya?"
Penculik: "Saya penculik,"
Pembantu: "Tunggu sebentar ya. Bu! ini ada telepon dari penculik. Hah penculik? (pingsan seketika)
Bu Putri: "(Datang menghampiri pembantu) Ada apa bi? Eh bibi (melihat pebantu yang terkapar dilantai) Kok tidur disini!?"
Tiba-tiba telepon berdering lagi, bu Putri mengangkatnya.
Penculik: "Ini dengan Ibu Putri?"
Bu Putri: "Iya, ini saya sendiri, Ini siapa ya?"
Penculik: "Saya penculik!"
Bu Putri: "Pppppenculik...?"
Penculik: "Ya, saya sudah menculik anak ibu, jika ibu ingin anak ibu kembali , ibu harus menebusnya 1 Milyar!"
But Putri: "I Milyar?????"
Penculik: "Iya. Dan ingat jangan laporkan semua ini kepolisi!"
But Putri: "I... Iya iya.. dimana saya mebayar tebusan itu?"
Penculik: "Dirumah kosong, di Gg Sukasukes. Saya tunggu hingga jam 3" (Menutup telepon)
Pembantu: "(tiba-tiba siuman) Laporkan saja kepolisi bu,"
Bu Putri: "Lho, kok kamu dengar sih? Kamu tidur atau nguping?"
Pembantu: "Dua-duanya bu, (menggaruk-garuk kepala) udah deh bu, laporin aja pokoknya,"
Bu Putri: "Gimana ya? Udah deh (Menelpon polisi) Halo ini kantor polisi (terdiam sejenank) Tolong saya bu, anak saya dijulik (terdiam sejenak) Saya dari ibu Putri. Di jl. Sukaramai no. 4. Thank ya bu (Menutup telepon)
(Beberapa saat kemudian, Ibu Kiki sudah berada di depan rumah kosong yang dimaksud si penculik, bersama 2 orang polisi)
Polisi I  : Ibu masuk dulu, kami akan mengawasi dari sini.
Polisi II: Ya. Kami akan mengintai dari sini. Jadi ibu nggak perlu khawatir.
Ibu Putri : Iya…iya…( Masuk ke dalam rumah kosong itu).
(Kemudian si penculik itu keluar sambil membawa anak Ibu Kiki yang diculiknya)
Penculik : Anda Ibu Putri?
Ibu Putri : Iya benar, saya Ibu Putri.
Penculik : Anda membawa uang tebusannya?
Ibu Putri : Ya, saya membawanya. Kembalikan anak saya!
Penculik : Enak aja! Duitnya dulu dong! Baru anaknya saya kembalikan.
Ibu Putri : Nih! (Menyerahkan kantong plastik yang dibawanya pada penculik)
Penculik : Ini isinya duit?
!Ibu Putria : Ya iyalah…dah tau nanya!
Penculik : Nggak bermodal banget sih! Pake koper kek! Mana isinya duit receh lagi! (Sambil menggoyang – goyangkan kantong plastik itu).
Ibu Putri : Eh! Emang beli koper nggak pake’ duit apa?! Lagian kan yang penting isinya duit!
Penculik : Huh, ya udah deh nggak apa – apa. (Membuka kantong plastik itu) Hmm…niat banget nih ibu – ibu ngasih gue duit…(Bicara dalam hati).
Ibu Putri : Ya iyalah…secara gitu loh…orang kaya…(Bicara dalam hati).
Penculik : Nih! Anak ibu saya kembalikan! (Sambil mendorong Dian, anak Ibu Putri ke arah Ibu Putri) .
Dian       : Mama! (Sambil memeluk Ibu Putri).
Ibu Putri : Ya ampun Dian! Mama khawatir banget sama kamu sayang! Eh, ini dibuka dulu ya. (Sambil membuka plastik yang menutupi kepala Dian) Ha…! Lho kok…anak saya jadi jelek kayak gini sih, ini bukan anak saya!
Penculik : Lho?! Jadi ini bukan anak ibu?
Ibu Putri : Ya…kayaknya sih dia emang anak saya, tapi dulu dia itu cantik. Nggak kayak gini! Ya udah deh, dia saya ikhlasin aja buat kamu! (Sambil mendorong Dian ke arah penculik).
Penculik : Ogah ah! Anggap saja anak ini adalah kenang –kenangan dari saya untuk ibu dan uang ini sebagai kenang – kenangan dari ibu untuk saya. (Sambil mendorong Dian ke arah Ibu Putri)
(Tiba – tiba saja polisi muncul dengan mendobrak pintu)
Polisi I   : Angkat tangan! (Sambil menodongkan pisang).
Polisi II : Eh! Itu…(Sambil menunjuk ke arah pisang itu).
Polisi I   : Oh iya, maaf!
Polisi II : Angkat tangan!Penculik : Iya, dari tadi juga dah angkat tangankok!
Polisi I   : Kalian berdua ditangkap!
Ibu Putri  : Lho! Kok saya juga ditangkap sih?! Kan yang nyulik anak saya itu dia! (Sambil menunjuk si penculik) Saya ini kan ibunya! (Sambil menunjuk Dian)
Polisi II  : Dia ditangkap karena menculik anak ibu dan ibu ditangkap karena menolak anak ibu sendiri.
Ibu Putri : Apa?! Tapi kan…
Polisi I    : Sudah! Menjelaskannya nanti saja di Kantor Polisi!Akhirnya polisi membawa Ibu Putri dan si penculik ke Kantor Polisi. Sementara itu, Dian dipulangkan ke rumahnya.
Pesan moral dari cerita ini adalah: Jangan pernah menyia – nyiakan sesuatu atau orang yang selama ini kita miliki.




10. buatlah teks drama anekdot 4 orang


Dialog Drama :

MENJAGA KEAMANAN
LINGKUNGAN
Elan : Sepi sekali, Apa Cuma kita berempat yang dapat giliran ronda malam ini?
Budi : Harusnya ada tujuh orang. Tapi yang di sini cuma kita saja.
Efendi : kenapa semakin lama warga semakin enggan dan malas untuk ronda ya?
Adi : Ya…, mungkin saja yang tidak datang ke pos siskamling malam ini sedang kelehalahan karena aktivitasnya. Atau mungkin saja mereka sedang ada keperluan mendesak.
Elan : Keperluan mendesak juga tidak selalu pada saat giliran jaga kan?
Budi : ha..ha. bisa saja kam Lan.
Efendi : Minggu lalu masih ada lima orang termasuk kita. Sekarang berkurang satu orang lagi. Ada apa ya sebenarnya?
Elan : Ya apalagi kalau bukan kurangnya kesadaran untuk menjalankan program siskamling. Padahal kan kegiatan ini sangat kita perlukan demi menjaga keamanan lingkungan kita.
Budi : Siskamling juga asyik sih sebenarnya, bisa kumpul dengan kalian sambil minum kopi dan makan kacang rebus. Ha..ha.
Efendi : Dasar kamu ini Bud.
Adi : Yang jelas kegiatan siskamling ini sangat kita butuhkan. Demi kebaikan kita sendiri sebagai warga negara. Dengan adanya warga yang berjaga di malam hari, secara efektif akan mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pembegalan, penodongan, dan yang paling utamanya lagi adalah pencurian di rumah warga. Yang perlu kita lakukan adalah mengingatkan warga yang tidak ikut serta dalam kegiatan ronda!
Elan : Memang harus diingatkan itu mereka yang tidak pernah datang untuk berjaga! Enak betul mereka. Kita yang jaga, mereka enak-enakan tidur.
Budi : Sabar lan, sabar! He..he.
Efendi : Sudahlah, besok pagi kita laporkan siapa saja yang tidak pernah ikut ronda, termasuk yang jarang hadir juga. Ini demi keamaan serta ketentraman kampung kita.
Adi : Setuju. Kita juga perlu megingatkan yang bersangkutan. Tapi tetap dengan cara santun dan beretika.
Elan : Ya sudah, sekarang kita keliling kompleks dulu. Dari tadi kita cuma ngobrol saja. Terutama kamu Bud, makan saja kerjamu.
Budi : he…he. Maaf maaf. Ayo kita berkeliling!
Adi, Efendi : Baiklah, ayo kita berangkat!
Akhirnya mereka berempat berkeliling kompleks untuk memastikan keamanan kampung agar tetap terjaga dengan baik.


11. contoh drama anekdot untu 4 orang?


BUTIRAN DEBU
Pada suatu hari 3 orang anak sedang dimarahi ibunya.
Ibu : Hey, kenapa baju kalian kotor, nak?
Anak 1 : Kami terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
Ibu : Lalu kenapa baju kalian basah?
Anak 2 : Kami tenggelam dalam lautan luka dalam.
Ibu : Terus kenapa kalian pulangnya lama?
Anak 3 : Kami tersesat dan tak tahu arah jalan pulang.
Ibu : Nakal banget ya kalian ini, gimana nanti kalian tanpa ibu??!
Anak 1, 2, 3 : (sambil bernyanyi) Kami tanpamu, butiran debu.

12. Buat drama anekdot 6 orang dengan tema sampah !


Pada suatu hari

andi:ahh,aku buang sampah saja di sini lagi pula tak ada yang melihat.

vina:andi,mengapa kamu membuang sampah sembarangan

andi:habisnya tak ada tempat sampah

indah:sebaiknya kamu simpan dulu jangan dibuang sembarangan

anton:andi sepertinya kamu tidak sadar bahwa perbuatan yang kamu lakukan tidak baik

nisa:betull tuh kata anton.

risky:sepertinya kamu sudah tidak sayang lagi sama lingkungan kamu

vina:lagi pula kamu juga nanti kamu yang menyesal

keesokan harinya

andi:aduhh,bau sekali kelas ini .

vina :lagian kamu kemarin buang sampah sembarangan ,itu akibatnya

indah:betul tuh apa kata vina

andi: maaf ya, teman teman aku tidak mendengarkan kata kalian,aku berjanji akan menjaga kebersihan

13. drama tek anekdot untuk 4 orang


Disisi lain 3 orang anak sedang dimarahai ibunya

IBU            : hey, kenapa baju kalian kotor, nak?
ANAK 1     : kami terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
IBU             : lalu kenapa baju kalian basah?
ANAK 2    : kami tenggelam dalam lautan luka dalam.
IBU             : trus kenapa kalian pulangnya lama?
ANAK 3    : kami tersesat dan tak tau arah jalan pulang..
IBU            : NAKAL BANGET YA KALIAN INI, GIMANA NANTI KALIAN  TANPA IBU???
ANAK 1,2,3    : ♫♪ KAMI TANPAMU BUTIRAN DEBU ♫♪.

14. contoh drama anekdot 6 orang


NASKAH DRAMA 6 0RANG “SANDIWARA CINTA’’       Andini , alya , icha sedang berada di taman . mereka bertiga sedang berbincang-bincang . lalu ada 2 orang laki laki yang lewat ,           Andini : kamu kenal enggak sama orang itu (sambil menunjuk) Alya : yang mana..? Ica   : yang itu ya Andini : (nganguk) Ica   : cie cie Alya : oOOh...yang itu.aku kenal kok malahan pernah 1 sekolahan waktu aku smp Andini : seriuus,kamu kenal sama dia,kenalin dong Alya    : iya nanti saya kenalin,dia juga orangnya biasa biasa aja tu,kok kamu bisa    suka sama        dia Sih,kamu ngeliatnya dari mana sih,emangsih dia pintar .tapi menurut aku  enggah          banget deh Andini  : emang sihh kelebihnya cuma sedikit , udah baik ,ramah, pinter , jago basket, ketua      osis pula Ica   : wahh gitu sihh buaanyyyakk di :P Alya  : duuh emg payah kalau udah kepincut ,, jadinya  udah gak bisa ngeliat yang lain lagi Ica   : Alaaaaaah ...bilang aja kamu juga suka,iya kan... Alya : iihhhh,,,sorry yeee masih banyak stok yang yang lain Andini  : iya,iya aku tau kok dia bukan tipe kamu *bel berbunyi mereka bertiga masuk kekelas

15. teks anekdot berbentuk drama 6 orang


Kesalahanku Menyelamatkanku Disuatu musiem sejarah terdapat sebuah mutiara mewah yang harganya sangat mahal. Mutiara berbentuk persegi panjang ini menjadi daya tarik utama musiem ini. Pada sautu ketika ada 2 orang pencuri yang ingin mengambil mutiara ini. Sekarang mereka berada di musium. Brayen : “ Dimana mutiaranya? “ Henry : “ Entahlah, disini gelap, bagaimana kalau kita mencari tombol lampunya “ Brayen : “ Pencuri tidak mencari tombol lampu. Kau menggunakan kacamata makanya disini gelap. Kita akan mencari mutiaranya. Baikah “ (Menyalakan senter ) Henry : “ Darimana Kau mendapatkan senter? “ Brayen : “ Itu informasi rahasia “ Henry : “ Jadi sekarang apa? “ Brayen : “ Aku sudah biasa mencuri. Dalam hal ini gunakan insting pencurimu. Trust me it works “ Henry “ Baiklah “ ( Brayen menurut mata kemudian melangkah perlahan ke kanan dan tiba-tiba dihentikan oleh Henry ) Brayen : “ Hey. Insting mencurimu ke arah kiri “ Henry : “ Maaf “ ( Berjalan ke kiri ) Henry : “ Ah ini dia “ ( Mengambil muriara ) Brayen : “ Kau yakin tidak salah ambil? “ ( Mendekati Brayen ) Henry : “ Ya tentu “ Alarm berbunyi Brayen : “ Cepat lari “ ( Berlari kemudian kabur lewat jendela ) Henry : “ Baik “ ( Kabur lewat jendela ) Brandon : “ Siapa mereka?. Mereka terlihat mencurigakan “ Shaila : “ Sepertinya mereka pencuri. Ayo kita kejar “ ( Lari ) Brandon : “ Ayo “ ( Lari ) Shaila : “ Sial. Kita kehilangan jejak mereka “ Brandon : “ Kalau bergitu ayo kita selidiki masalah ini “ Brandon dan Shaila mempersiapkan diri mereka masing-masing. Kemudian menuju tempat depan tempat kejadian karena mereka tidak bisa masuk musiem Shaila : “ Apa Kamu menemukan petunjuk ? “ Brandon : “ Ada jejak kaki disini “ Shaila : “ Yah Kamu benar. Hm ini jejak kakiku “ Brandom : “ Maksudku yang ini “ Shaila : “ Oh. Baiklah akan Aku ukur, 27 cm “ ( Mengukur ) Brandom : “ Oke. Sekarang ayo kita tanyai saksi mata “ Shaila : “ Apakah Kamu melihat orang yang mencurigakan? “ Ijem : “ Hmm, iya “ Brandom : “ Bisa anda jelaskan bagaimana ciri-cirinya “ Ijem : “ Hmm. Yang satu bertubuh tinggi, dan satu lagi bertubuh sedang. Kalau tidak salah mereka adalah orang yang tinggal di dekat sini “ Shaila : “ Maaf, bisakah anda mengantar kami ke rumah mereka “ Ijem : “ Tentu, tapi ada ongkosnya “ Setelah bernego mengenai harga Ijem mengantar Shaila dan Brandon serumah pelaku. Mereka ber-3 bersiap menangkap sipelaku. Shaila dan Brandon saling mengangguk kemudia Brandon mendobrak pintu. Brandon : “ Angkat tangan kalian di belakang kepala!, cepat! “ Henry : “ Baik-baik “ Brayen : “ Jangan mudah ditangkap, pencuri yang hebat sulit ditangkap “ Henry : “ Baik. Kecoa terbang! “ ( Nunjuk ) ( Semua melihat ke arah tunjukan Henry ) ( Brayen dan Henry lari ) Shaila : “ Tangkap mereka! “ Brandon : “ Siap “ ( Berlari ) Henry : “ Pakai jalan rahasia “ ( Berbalik ) Brayen : “ Ada mereka ( Ijem dan Shaila ) “ Henry : “ Kalau begitu kita terpaksa melakukan langkah terakhir sebagai pencuri “ Brayen : “ Apa itu? “ Henry : “ Pasrah “ Henry dan Brandon dikat kemudian Ijem, Shaila, dan Brandon membawa Henry dan Brayen ke musiem yang baru saja dibuka pemiliknya belum ada pengunjung yang datang dan hanya ada sipemilik musiem disana. Shaila : “ Mereka mencuri mutiara disini “ Pemilik musiem : “ Hm?. Yang mana? “ Shaila : “ Yang ini “ (Melempar mutiara ) Pemilik musiem : “ Hm. Ini bukan mutiara, ini hanya imitasinya saja. Mutiara yang asli ada disana “ ( Nunjuk mutiara ) Brayen : “ Jadi Kau salah mengambil? “ Henry : “ Setidaknya dengan kesalahanku hukuman kita lebih ringan “ Pemilik musiem : “ Baiklah kalian boleh pergi sekarang “ Ijem : “ Tapi mereka mencuri “ Pemilik musiem : “ Ya memang, tapi mereka hanya mengambil 1 imitas mutiaranya itu tidak ada harganya bagiku jadi tidak ada harga yang cocok dengan hukumannya “ Akhirnya Brayen dan Henry bebas dari hukuman dan mereka melanjutkan karirnya sebagai pencuri dan Shaila dan Brandon terus berusaha menangkap mereka berdua. TAMAT

Video Terkait


Posting Komentar untuk "Drama Anekdot 3 Orang"